zmedia

Kebakaran misterius di Seyegan Sleman terus berlanjut, polisi temukan fakta baru

Teror Titik Api Misterius di Rumah Warga Sleman

Kemunculan titik api misterius di sebuah rumah warga di Dusun Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman belum juga berakhir. Fenomena ini telah memicu kekhawatiran dan kebingungan bagi pemilik rumah serta warga sekitar.

Kebocoran Gas Metana Diduga sebagai Penyebab

Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY menunjukkan bahwa rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban. Karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif. Tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi.

Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab munculnya api. Antara lain dengan perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank. Namun, sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.

Rentetan Kemunculan Api

Dilaporkan, sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar berbagai perabot di dalam rumah berlantai dua tersebut. Terbaru, titik api kembali muncul pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Api membakar barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah. Barang tersebut berupa handuk merah, yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai.

Fenomena aneh ini pertama kali terjadi pada Jumat pekan lalu, dan hingga Rabu (27/5/2026) malam masih berlangsung, di mana yang tiba-tiba muncul dan menyambar barang secara acak di dalam rumah. Bahkan hingga Rabu petang, masih muncul api cukup besar di tembok utara rumah.

Menurut Agus, api tersebut mulanya membakar barang yang ada di atas meja dan langsung menyambar benda lain di sekitar jika tidak segera di padamkan. "Telat dua menit aja selesai ini," ucap H Mutfiana kepada Tribun Jogja, Rabu (27/5/2026).

Pola Kemunculan Api

Dalam 24 jam terakhir, sudah sekitar lima kali barang di dalam rumah terbakar dengan titik api yang acak lokasinya. Mulai dari dalam kamar hingga ke sisi utara luar rumah. Setiap malam, keluarga Agus masih terus terjaga untuk mengantisipasi adanya titik api yang muncul.

Dari pola yang diamati, tengah malam adalah saat-saat rawan munculnya api, di mana pun titiknya. Sebelum munculnya api di saat jelang tengah malam, api juga muncul selepas magrib Rabu petang, di tembok utara rumah. Api tersebut mulanya membakar barang yang ada di atas meja.

Hingga Rabu petang itu sudah empat kali api muncul secara acak di dalam rumah. Mulai tengah malam, pukul 02.00, dan dua lainnya terjadi pada Rabu petang. Sedangkan pada Selasa (26/5/2026), terjadi sekitar tiga-empat kali api muncul di dalam rumah. Termasuk membakar gulungan tikar yang disandarkan di dinding sisi utara.

Upaya Penanganan dan Keamanan

Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menyampaikan fakta baru yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini. Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif. Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi.

Pujiono memastikan bahwa fenomena teror api ini terlokalisasi dan rumah yang berada persis di sebelahnya dalam kondisi aman. Sementara untuk kerugian materiil, pihak kepolisian belum melakukan pendataan mendalam karena masih fokus pada aspek keselamatan.

Bahkan untuk mengamankan lokasi, Polsek Seyegan bersama unsur Jaga Warga Margomulyo telah menyiagakan personel dan rutin patroli di sekitar tempat kejadian. Penjagaan ketat dilakukan secara tentatif dengan melihat perkembangan tingkat risiko di lapangan.

Posting Komentar untuk "Kebakaran misterius di Seyegan Sleman terus berlanjut, polisi temukan fakta baru"