zmedia

7 anak tewas dan paman luka leher di Bekasi, polisi temukan pelaku

Balita Tewas Mengenaskan di Bekasi, Paman Terluka dan Dugaan Pembunuhan

Seorang balita laki-laki berusia 2 tahun ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah kontrakan yang terletak di RT 02 RW 10 Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada Rabu (27/5/2026). Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan memicu penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Selain korban balita, paman dari anak tersebut berinisial G (18) juga ditemukan terluka dengan luka pada bagian leher. A ditemukan dalam kondisi yang sangat menyedihkan di ruang tengah rumah kontrakan tersebut. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku pembunuhan tersebut.

Berikut adalah beberapa temuan penting terkait kasus ini:

1. Kondisi Balita Saat Ditemukan

Ketua RT 02, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa tubuh A ditemukan dengan luka tusuk parah hingga organ dalam keluar. Ia menduga bahwa balita tersebut meninggal karena dibunuh oleh seseorang.

"Tubuhnya ditemukan adanya luka tusuk parah pada tubuh korban hingga bagian organ dalam keluar," kata Taufik di lokasi kejadian.

Ia juga menyebutkan bahwa ada pisau yang ditemukan di lokasi kejadian. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya penentuan penyebab kematian kepada pihak kepolisian.

2. Paman Terluka Leher

Paman dari A, G (18), ditemukan tergeletak dengan luka pada bagian leher. Ia langsung dibawa ke RSUD Jatisampurna untuk penanganan medis lebih lanjut.

"Yang laki-laki itu lehernya seperti kegores senjata tajam. Darah di lantai juga banyak sekali," jelas Taufik.

3. Jeritan Malam Hari

Taufik mengungkap bahwa ia mendengar tangisan dari lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah memastikan sumber suara, ia menemukan A dan G sudah tergeletak di lantai kontrakan.

"Warga dengar suara teriak-teriak dan tangisan dari anak penghuni kontrakan. Pas saya datangi ke sini, kondisinya sudah seperti itu," ujarnya.

4. Korban Tinggal Bersama Nenek

A tinggal bersama neneknya, M (60), di kontrakan tersebut. M merupakan ibu kandung dari G. M bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk untuk G dan A.

Setiap harinya, M meninggalkan G dan A berdua di kontrakan saat bekerja. Orangtua dari A tidak tinggal bersama, dan Taufik belum mengetahui sosoknya sejak pertama kali mereka tinggal di kontrakan.

M mengetahui kejadian tersebut usai pulang bekerja dan langsung menangis di lokasi kejadian.

5. Temuan Pisau

Taufik mengungkapkan bahwa ada pisau dapur ditemukan di sekitar posisi A dan G saat tergeletak. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti penyebab peristiwa tersebut.

Saat ini, M masih diperiksa di Polsek Jatisampurna untuk dimintai keterangan. Sementara itu, G masih dirawat di RSUD Jatisampurna, dan jenazah A dilakukan autopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

6. Sosok Pelaku

Polisi menduga pelaku pembunuhan balita A adalah pamannya sendiri, yaitu G (18). Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa dugaan ini muncul setelah penyelidikan di TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Untuk saat sementara dalam penyelidikan ini pelakunya bukan si nenek dari A, yakni inisial M (60), untuk saat ini mengarah ke salah satu korban yang masih hidup (G) dan saat ini dirawat di Rumah Sakit (RS),” katanya.

7. Nenek Korban Diperiksa

Polisi sempat memeriksa M karena diketahui mencuci pisau yang digenggam G. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, polisi menyimpulkan bahwa pelaku bukanlah M.

Iqbal menjelaskan bahwa polisi pertama kali menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pembunuhan pada Rabu malam. Saat petugas tiba di lokasi, dua korban ditemukan dalam kondisi luka parah.

“Korban anak berumur kurang lebih 2 tahun 7 bulan meninggal dunia dengan kondisi sangat mengenaskan. Ada beberapa luka sobek di pipi seperti diiris pisau, kemudian di bagian selangkangan dan sejumlah luka tusuk di tubuh korban,” jelasnya.

8. Kondisi Kejiwaan Paman

Dari hasil pemeriksaan sementara, G diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani penanganan psikiater.

“Yang bersangkutan memang sempat dibawa ke psikiater dan rutin mengonsumsi obat. Namun, dua hari terakhir tidak mengonsumsi obat tersebut,” ucap Iqbal.

Meskipun begitu, polisi masih menunggu kondisi G stabil sebelum melakukan interogasi lebih lanjut.

Posting Komentar untuk "7 anak tewas dan paman luka leher di Bekasi, polisi temukan pelaku"